Abdul Kecil


Di pagi hari terdengar suara batuk yang membangunkan seorang anak kecil, dia melirik siapa yang membangunkan dari tidurnya, suara itu berasal dari balik kamarnya, dan ternyata itu adalah suara batuk dari ibunya sendiri, bapak yang masih dalam keadaan sholat tidak ada di kamar bersamanya, dia menengok ke bilik kamar ibu, dia hanya melihat di depan pintu kamarnya dan memperhatikan ibu yang sedang berselimut kain seprei di tubuhnya, anak kecil yang malang itu tak tahan mau bagaimana dia menolong ibu yang sedang sakit, tiba-tiba bapak datang disebelah pintu yang tadi setelah dia sholat sedangkan dia berdiri di depan kamarnya.

Sang bapak menghampiri, “Nak, sedang apa di situ?”, seraya bapaknya memanggil anak kecil yang memandangi ibunya, ibunya melihat dia dan bapaknya yang sedang berdiri di depan pintu.

”ekh nak sini masuk nak ngapain di depan pintu?”, 
“Iya bu, Abdul sholat dulu ya” 

namanya Muhammad Adbul tapi dia sering dipanggil Abdul karena memang dari masih bayi dia dipanggil Abdul, anak kecil yang masih polos itu mengambil wudhu dan menyelesaikan sholat subuhnya.

Selesai sholat dia menghampiri kamar ibu dan bapaknya, setelah dipeluk bapak dan ibunya kehangatan yang dirasakan saat bersama keluarga, Abdul yang hanya anak kecil tidur ditengah-tengah, diimpit bersama bapak dan ibunya, namun sang ibu selalu mengeluarkan suara deheman yang ada di tenggorokannya dan Abdul tidak bisa tidur kembali, bapaknya juga bangun dari tempat tidur seakan-akan tidurnya terganggu dengan suara yang tidak nyaman yang dikeluarkan ibu.

bapak bangun dari tempat tidurnya, Namun  dia membuka Al-Quran lalu membacanya, suara indah yang dikumandangkan dilantunan ayat suci Al-Quran yang dibaca bapaknya sangat merdu dan membuat hati Abdul dan ibunya tenang dari lantunan ayat suci yang dibacakan bapak, ibunya terlelap tidur dan mengistirahatkan tubuhnya yang sedang sakit, baca Al-quran telah selesai dan ibu terlelap tidur namun bapak tidak melanjutkan tidurnya Abdul juga demikian dia langsung ke kamarnya.

Niat ingin menolong ibu tapi dia tidak tahu bagaimana caranya, dia melihat uang yang ditabung di celengannya,  bapak melihat dia sedang megang celengan tapi dia langsung menyembunyikannya.

“Nak, jagain ibu ya bapak mau beli obat dulu ke warung!” saut bapak menengok kamar Abdul.
 “iya pak aku jagain ibu”

bapaknya pergi dan dia langsung membongkar celengan yang sedang di genggam di tangannya, celengan dibongkar tapi dia masih bingung dan masih ragu mau buat apa uang itu.

Besok hari ibunya ulang tahun dan Abdul ingin sekali membelikan kue buat ibunya, tanpa diketahui bapaknya, pada siang hari dia pergi ke toko kue dengan jalan kaki menuju tempat kue yang lumayan jauh dia berjalan akhirnya sampai juga ditempat toko kue, sesampai di toko dia memilih kue yang paling ibu sukai dan dia juga menyukainya, dengan uang yang digenggam, uang yang kebanyakan receh dia membelinya.

Di tengah perjalanan pulang dan jalan itu sangat ramai di lalui kendaraan, dia mau menyebrang dan menunggu jalanan kosong tidak dilalui kendaraan, matanya yang tajam lirik kanan kiri melihat kendaraan yang melintas, setelah menurut dia jalanan sudah kosong tidak ada kendaraan yang lalu lalang dia menyebrang ke arah jalan pulang, di tepi jalan motor yang sedang ngebut dan tanpa diketahuinya, melintaslah dia, namun Abdul tidak melihat motor yang sedang ngebut saat dia menyebrang jalan.

Dia kaget dan terserempet motor yang tidak terlihat tadi, dan terjatuh, kuenya pun terlindas oleh motor yang sedang ngebut tadi, Abdul yang terjatuh hanya melihat kuenya terlindas di tengah jalan, sempat orang yang mengendarai motor itu menengok kebelakang sebentar lalu dia melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan Abdul yang terjatuh di tanah dan kue yang terlempar ke tengah jalan, sungguh bagaimana jadinya Abdul kecil yang ingin menolong ibu yang sedang sakit malah dia yang terserempet dan tidak jadi memberi kue ulang tahun buat sang ibu tercinta.
Share on Google Plus

About durahimendu.blogspot.com

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

4 komentar:

Unknown said...

Ceritanya kaya ftv udah gitu gk jelas di akhir cerita, di tengah tengah cerita sudah ketebak apa yang terjadi di ceritanya.. By amor sang pujangga cinta

Unknown said...

Akhirnya gue tau,, ceritanya ini bener2 real.. Ortunya meninggal.. Pada akhirnya si anak di asuh oleh Pak.Daeng 😂
Yang selalu bilang " Bapak E'e ", akibat trauma yg dialaminya 😂😂

Unknown said...

Wah ceritanya sangat menyentuh seperti cerita dalam sinetron tv but bagus juga. Ttp semangat ya mas durahim!😊

Unknown said...

Wah ceritanya sangat menyentuh seperti cerita dalam sinetron tv but bagus juga. Ttp semangat ya mas durahim!😊